Selasa, 21 Maret 2017

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

Sejarah Bahasa Indonesia yang dimulai pada tahun 1901. Pada saat itu disusun ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. van Ophuijsen dan ia dimuat dalam Kitab Logat Melayu. Kemudian pada tahun 1908 Pemerintah Hindia-Belanda (VOC) mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 ia diubah menjadi Balai Pustaka. Balai itu menerbitkan buku-buku novel seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.
Barulah  tanggal 28 Oktober 1928 menjadi saat-saat yang paling menentukan dalam perkembangan bahasa Indonesia karena pada tanggal itulah para pemuda pilihan mamancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalanan bahasa Indonesia, melalui butir ketiga yang telah disebutkan di awal. Pada tahun 1933 secara resmi berdirilah sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana dan kawan-kawan. Sastrawan inilah yang mampu memunculkan karya-karya dengan penggunaan bahasa Indonesia sehingga dapat dikenal luas oleh masyarakat.
Pada tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo.
            Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu. Walaupun telah diikrarkan dalam Sumpah Pemuda, namun secara yuridis belum ada penetapan resmi penggunaan bahasa Indonesia. Akhirnya pada tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar RI 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Inilah bukti sah penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
            Perkembangan selanjutnya, pada tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) sebagai pengganti Ejaan van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya. Ini adalah penyempurnaan pertama tata bahasa Indonesia.
            Kongres Bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal 28 Oktober hingga. 2 November 1954
            Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha menjadi perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.
Di era Orde Baru penyempurnaan bahasa Indonesia juga dilakukan. Pada tanggal 16 Agustus 1972 H. M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57, tahun 1972. EYD inilah yang digunakan sebagai pedoman utama penggunaan bahasa Indonesia yang baku. Pada tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).
            Kongres Bahasa Indonesia III yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober hingga 2 November 1978
            Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa peristiwa penting bagi kehidupan bahasa Indonesia. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia. Dalam kongres ini disepakati pula bahwa Kongres Bahasa Indonesia dilaksanakan setiap 5 tahun sekali setiap peringatan Hari Sumpah Pemuda.
          Kongres bahasa Indonesia IV diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 21-26 November 1983.
            Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara, yang mewajibkan kepada semua warga Negara
Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dapat tercapai semaksimal mungkin.
            Kongres bahasa Indonesia V di Jakarta pada tanggal 28 Oktober hingga 3 November 1988.
            Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Nusantara (sebutan bagi negara Indonesia) dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
            Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta pada tangaal 28 Oktober hingga 2 November 1993.
            Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Syarikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.
Kongres Bahasa Indonesia VII diselenggarakan di Hotel Indonesia, Jakarta pada tanggal 26-30 Oktober 1998.
            Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa dengan ketentuan :
1.    Keanggotaannya terdiri dari tokoh masyarakat dan pakar yang mempunyai kepedulian terhadap bahasa dan sastra.
2.    Tugasnya memberikan nasihat kepada Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa serta mengupayakan peningkatan status kelembagaan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
            Kongres Bahasa Indonesia VIII akan digelar di Hotel Indonesia Jakarta pada 14-17 Oktober 2003.
            Kongres tersebut bertema "Pemberdayaan Bahasa Indonesia Memperkukuh Ketahanan Budaya Bangsa dalam Era Globalisasi" yang dijabarkan ke dalam tiga pokok bahasan yang mencakupi bahasa, sastra, dan media massa. Peningkatan mutu bahasa Indonesia dalam menghadapi budaya global merupakan topik dalam pokok bahasan Bahasa, sedangkan pemantapan peran sastra, peningkatan mutu karya sastra dan peningkatan apreasiasi sastra, serta peningkatan mutu pendidikan sastra ada di antara topik-topik lain pada bidang sastra. Peserta kongres diperkirakan berjumlah 1.000 orang, terdiri atas peserta undangan dan peserta biasa, yang berasal dari berbagai kalangan, antra lain tokoh masyarakat, budayawan, peminat bahsa dan sastra, serta wakol organisasi profesi dari dalam dan luar negeri.
            Dalam rangka peringatan 100 tahun kebangkitan nasional, 80 tahun Sumpah Pemuda, dan 60 tahun berdirinya Pusat Bahasa, pada tahun 2008 dicanangkan sebagai Tahun Bahasa 2008. Oleh karena itu, sepanjang tahun 2008 telah diadakan kegiatan kebahasaan dan kesastraan. Sebagai puncak dari seluruh kegiatan kebahasaan dan kesastraan serta peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda, diadakan Kongres IX Bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober-1 November 2008 di Jakarta.
Kongres IX Bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober-1 November 2008 di Jakarta.
            Kongres tersebut akan membahas lima hal utama, yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah, penggunaan bahasa asing, pengajaran bahasa dan sastra, serta bahasa media massa. Kongres bahasa ini berskala internasional dengan menghadirkan para pembicara dari dalam dan luar negeri. Para pakar bahasa dan sastra yang selama ini telah melakukan penelitian dan mengembangkan bahasa Indonesia di luar negeri sudah sepantasnya diberi kesempatan untuk memaparkan pandangannya dalam kongres  ini.
Kongres Bahasa Indonesia ke-X yang dibuka bertepatan peringatan Sumpah Pemuda 28 – 31 Oktober 2013  di Jakarta
            Dalam Kongres Bahasa Indonesia (KBI) X, setelah mendengar dan memperhatikan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) merekomendasikan hal-hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah.
            Rekomendasi tersebut berdasarkan laporan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta paparan enam makalah pleno tunggal, di antaranya 16 makalah sidang pleno panel, 104 makalah sidang kelompok yang tergabung dalam delapan topik diskusi panel, dan diskusi yang berkembang selama persidangan, KBI X.

Fonologi

Bunyi bahasa (bahasa Inggris: speech sound) atau fon adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap. Dalam fonologi, bunyi bahasa diamati sebagai fonem. Secara umum bunyi-bunyi dapat diklasifikasikan atas : vokal,konsonan, dan semi-vokal. Bunyi vokal adalah bunyi yang terjadi tanpa hambatan pada alat bicaranya, atau tidak ada artikulasinya.Bunyi konsonan adalah bunyi yang terjadi karena adanya penghambatan arus udara pada sebagian alat bicara. Sedangkan bunyi semi-vokal adalah bunyi yang secara praktis termasuk konsonan, tetapi ketika diartikulsikan belum membentuk konsonan murni
A. Huruf Vokal
Huruf Penjelasan
A Terjadi apabila lidah berada posisi serendah mungkin, lalu mulut terbuka (vokal terbuka)
I Terjadi apabila lidah diangkat setinggi mungkin mendekati langit-langit dan gigi atas dan bawah mulai berdekatan (vokal tertutup)
U Terjadi apabila lidah diangkat setinggi mungkin mendekati langit-langit dan mulut membundar (vokal tertutup)
E Terjadi apabila lidah diangkat dalam ketinggian sepertiga dibawah vokal tertutup, lalu gigi atas dan gigi bawah menyatu (vokal semi tertutup)
O Terjadi apabila lidah diangkat dalam ketinggian sepertiga dibawah vokal tertutup dan mulut membundar (vokal semi tertutup)

B. Huruf Konsonan
Huruf Penjelasan
B Awalan bibir atas dan bibir bawah bersentuhan dan mulut dibuka perlahan, posisi lidah berada di langit-langit lunak(bawah)
C
D Artikulator aktifnya adalah ujung lidah(apeks) dan artikulator pasifnya adalah gigi atas(dentum). Sehingga artikulasinya disebut apikodental.
F Awalan mulut tebuka dan perlahan menutup,bibir bawah menyatu dengan gigi atas dan artikulator langit-langit lunak
G Artikulator aktifnya pangkal lidah dan artikulator pasifnya langit-langit lunak/bawah
H Artikulator lidah di langit-langit bawah lalu mulut perlahan dibuka dan mengeluarkan udara dari dalam keluar
J
K Artikulator aktifnya pangkal lidah dan artikulator pasifnya langit-langit lunak
L Artikulasi ujung lidah dari bawah menuju ke langit-langit atas, posisi bibir agak terbuka
M Artikulator lidah di langit-langit lunak, lalu bibir perlahan menyatu
N Artikulator aktif ujung lidah dan artikulator pasifnya gusi/langit-langit atas
P Terjadi pada kedua belah bibir atas dan bawah sehingga artikulasinya disebut bilabial
Q Awalan bibir melebar seperti tersenyum sedikit lalu perlahan bibir/mulut memudar dan artikulator lidah di langit-langit lunak
R Artikulator aktifnya proses getar adalah ujung lidah dan artikulator pasifnya gusi
S Artikulator aktifnya daun lidah (lidah bagian samping dan ujung lidah). Artikulator pasifnya gusi/langit-langit lunak
T Artikulator aktifnya bibir bawah dan artikulator pasifnya gigi atas/langit-langit keras
V Awalan gigi atas bersentuhan dengan bibir bawah dan lidah di langit-langit lunak
W Awalan mulut membundar lalu perlahan mulut dibuka, lidah berada di langit-langit bawah
X Artikulator aktifnya pangkal lidah dan artikulator pasifnya langit-langit lunak
Y Artikulator aktifny tengah lidah dan artikulator pasif langit-langit keras
Z Artikulator aktifnya daun lidah (lidah bagian samping dan ujung lidah). Artikulator pasifnya gusi/langit-langit lunak

C. Huruf Diftong
Huruf Diftong Pemakaian kata
Ai Malaikat
Au Saudara
Io Amboi

D. Gabungan huruf konsonan
Gabungan huruf konsonan Pemakaian kata
Kh Khusus
Ng Payung
Ny Penyusup
Sy Syarat


Kamis, 09 Maret 2017

CINTA BAHASA

Bahasa adalah sistem bunyi yang dihasilkan oleh alat tutur manusia yang salah satu fungsinya adalah sebagai alat komunikasi. Bahasa inggris merupakan bahasa yang banyak digunakan sebagai bahasa internasional. Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba membahas mengapa bahasa inggris bisa menjadi bahasa internasional dan apakah bahasa indonesia juga dapat menjadi bahasa internasional? berikut penjelasannya.

Banyak alasan mengapa bahasa inggris menjadi bahasa internasional. Diantaranya karena ; a) bahasa inggris merupakan salah satu bahasa tertua yang ada didunia yang berasal daratan britania sejak abad ke 8 masehi. b) selain merupakan bahasa tertua, perkembangan dalam bahasa inggris juga sangat pesat. Menurut tim riset gabungan peneliti Havard University dan Google mencatat penambahan kosa kata bahasa tertua di dunia itu mencapai 8.500 kata pertahun. pada tahun 2012 jumlah kosakata bahasa inggris adalah sekitar 1.022.000 kata sedangkan bahasa indonesia sekitar 91.000 kosa kata. c) selain dari segi kebahasaan inggris juga merupakan negara yang maju akan ilmu pengetahuan dengan banyaknya inovasi dan penyebaran ilmu pengetahuan barat. d) disamping perkembangan pesat ilmu pengetahuan, inggris juga merupakan negara yang banyak jajahannya. oleh sebab itu banyak negara yang merupakan jajahan inggris menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa kedua atau bahkan bahasa utama. e) begitu banyaknya negara jajahan dan penguasaan ilmu pengetahuan membuat inggris menjadi sangat berpengaruh dalam perkembangan ekonomi dunia. hal ini juga mempengaruhi negara-negara lain yang walaupun bukan merupakan negara jajahannya menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa internasional. 

bagaimana dengan bahasa indonesia? apakah bahasa indonesia bisa menjadi bahasa internasional?
menurut badan bahasa kemdikbud terdapat dua faktor dari segi kebahasaan bahwa indonesia dapat menjadi bahasa internasional. faktor tersebut adalah: 
1) Faktor Intrabahasa
Bahasa Indonesia telah memiliki sistem ejaan yang mapan, yakni dengan diberlakukannya Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, yang terkenal dengan singkatannya EYD. Buku panduannya pun sudah diterbitkan dengan judul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Dengan demikian, dari segi tata tulis bahasa Indonesia telah memiliki aturan yang baku. Penulisan ejaan bahasa Indonesia tidak menggunakan salah satu huruf daerah yang ada di Indonesia. Penulisannya menggunakan huruf Latin yang sudah digunakan secara internasional. Hal itu memungkinkan bahasa Indonesia mudah dipelajari karena lafal sesuai dengan lambang hurufnya. Terkait dengan pembakuan suatu bahasa, kita tidak dapat terlepas dari keberadaan kamus. Kamus inilah yang dipakai sebagai sarana untuk membakukan kosakata yang digunakan dalam sebuah bahasa. Sebagai contoh, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi ke-4 (2008), telah memuat lebih dari 90.000 lema. Sebagai perbandingan, dapat dilihat jumlah kosakata sebagai lema yang termuat di dalam KBBI, yaitu edisi satu 62.100 (1988), edisi dua 68.000 (1991), edisi ketiga 78.000 (2001), dan edisi keempat 90.000 (2008).

2) Faktor Ekstrabahasa
     Faktor ekstrabahasa yang dapat memengaruhi secara langsung adalah jumlah penutur bahasa Indoensia dan sikap penutur bahasa Indonesia. Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia merupakan modal yang sangat berarti untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

     Faktor ekstrabahasa yang dapat mempengaruhi secara tidak langsung, antara lain adalah daya tarik kekayaan alam dan budaya Indonesia. Kekayaan alam Indonesia yang sangat melimpah merupakan daya tarik bagi pelaku ekonomi dari mancanegara untuk berinvestasi di Indonesia. Dengan banyaknya pelaku ekonomi dari mancanegara yang berinvestasi di Indonesia ini mau tidak mau akan berdampak pada banyak orang asing yang masuk ke IndonesiaBeberapa media massa elektronik, khususnya radio yang disiarkan secara internasional, misalnya BBC, Radio Australia, Suara Amerika (Voice of America = VoA),  dan Radio Belanda, secara rutin mempunyai siaran dalam bahasa Indonesia.

Demikian penjelasan tentang bagaimana bahasa inggris menjadi bahasa internasional dan indonesia juga mampu untuk menjadi bahasa internasional jika syarat-syaratnya dapat terpenuhi.Semoga bermanfaat

Rabu, 08 Maret 2017

20 kata baku dan kata tidak baku dan kalimat tidak baku



20 KATA BAKU DAN KATA TIDAK BAKU DAN KALIMAT BAKU

Kata Baku
Kata Tidak Baku
Abjad
Ø  Huruf Abjad itu terlalu besar
Abjat
Aktif
Ø  Perkuliahan sudah mulai Aktif pada tanggal 1 februari
Aktip
Objek
Ø  Daerah itu merupakan satu-satunya Objek yang bagus untuk dibuat perkemahan
Obyek
Paham
Ø  Sehah belum Paham mengenai pelajaran ilmiah
Faham
Napas
Ø  Setiap manusia pasti bernafas
Nafas
Cabai
Ø  Harga cabai mulai naik setiap tahunnya
Cabe
Februari
Ø  Mardiana akan berangkan ke banjar mlai bula februari
Pebruari
Definisi
Ø  Apa Definisi dari teori?
Difinisi
Ekstra
Ø  Kita harus melakukan apapun dengan Ekstra hat-hati
Exstra
Bus
Ø  Bus yang melaju jember itu melaju dengan kecepatan 90 km
Bis
Mukjizat
Ø  Kita tidak tahu kapan Mukjizat itu datang pada setiap manusia
Mu’jizat
Andalan
Ø  Rezi dan nita memiliki pemain Andalannya masing-masing
Handalan
Detail
Ø  Jika kita ingin menggambar sesuatu dan ingin mendapatkan gambaran yang bagus kita harus menggambarkan dengan Detail
Detil
Fondasi
Ø  Teguh sedang menggambar Fondasi
Pondasi
Apotek
Ø  Nisa memberi obat-obatan di Apotek kurnia
Apotik
Aktivitas
Ø  Aktivitas sore ini cukup padat
Aktifitas
Ijazah
Ø  Kurnia mengambil ijazah bulan kemarin
Ijasah
Hafal
Ø  Anak-anak dipesantren harus disuruh untuk menghafal surah-surah pendek
Hapal
Izin
Ø  Lina Izin tidak bisa masuk sekolah dikarenakan ada acara keluarga
Ijin
Lubang
Ø  Dian terjatuh di Lubang depan rumah sehah
Lobang

BAHASA BAKU DAN BAHAS TIDAK BAKU

A.      Penjelasan kata Baku
Kata baku adalah kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah di tentukan, atau kata baku merupakan kata yanng sudah benar dengan aturan maupun ejaan kaidah bahasa Indonesia dan sumber utama dari bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI). Kata baku umumnya sering digunakan pada kalimat yang resmi, baik itu dalam suatu tulisan maupun dalam pengungkapan kata-kata.

Kata baku biasa sering digunakan ketika:
·         Membuat karya ilmiah.
·         Membuat surat lamaran pekerjaan.
·         Membuat surat dinas, surat edaran dan surat resmi lainnya.
·         Membuat laporan.
·         Membuat nota dinas
·         Saat berpidato dan rapat dinas.
·         Saat musyawarah dan diskusi.

Penjelasan kata tidak baku
Kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan. Biasanya kata tidak baku sering digunakan saat percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur. Adapun faktor-faktor yang dapat menyebabkan munculnya kata tidak baku, yang diantaranya sebagai berikut ini:
·         Yang menggunakan bahasa baku tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata yang dia maksud.
·         Yang menggunakan bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari penggunaan suatu kata, itulah yang menyebabkan kata tidak baku selalu ada.
·         Yang menggunakan bahasa sudah terpengaruh orang-orang yang terbiasa menggunakan kata yang tidak baku.
·         Dan yang terakhir, yang menggunakan

CIRI-CIRI BAHASA BAKU.
1)      Pelafalan sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku adalah pelafalan yang relatif bebas dari atau sedikit diwarnai bahasa daerah atau dialek.
CONTOH KALIMAT:
ü  KAMU JAAT
ü   
ü  A
ü  A
ü  A
2)      Bentuk kata yang berawalan me- dan ber- dan lain-lain sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kata.
CONTOH KALIMAT:
ü  Kucing itu mencari anaknya yang hilang.
ü  Febry, Dian, Sehah suka bercanda didalam kelas.
ü  Kemarin sore Lina menangkap kura-kura dipinggir sungai.
ü  Rina pintar memasak macam-macam sayur.
ü  Hairul senang sekali bersepeda
3)      Konjungsi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT:
ü  Dijah akan pergi kuliah dengan Indri.
ü  Icha bingung akan memberi sayur atau buah.
ü  Riska ingin jalan dengan teman-teman tetapi juga ingin jalan bersama ayahnya.
ü  Dian sudah tidak percaya dengan Febry, karena sering ditipu olehnya.
ü  Nindy pintar memasak sayur bayam. Bahkan ia bisa memasak  semua makanan.
4)      Partikel –kah, -lah dan ­–pun sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT :
ü  Siapapun ingin menjadi pemenang.
ü  Apakah kamu diterima oleh perusahaan itu.
ü  Berbicaralah dengan sopan kepada semua orang.
ü  Apapun yang terjadi kita harus merelakannya.
ü  Bacalah koran itu.
5)      Preposisi atau kata dengan sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku dituliskan secara jelas dan tetap dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT :
ü  Rika ingin sekali pergi ke Bali.
ü  Ibu memberi tugas yang harus dikerjakan sampai selesai.
ü  Sehah bertemu dengan Lina malam itu.
ü  Mardiana datang dari Banjarmasin.
ü  Rumah mainan itu dibuat oleh Reza.
6)      Bentuk kata ulang atau reduplikasi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap sesuai dengan fungsi dan tempatnya di dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT :
ü  Salwa menangkap kupu-kupu ditaman.
ü  Mila jalan ramai-ramai bersama teman sekelasnya.
ü  Dua-dua aku sayang ayah.
ü  Huruf-huruf korea itu terlihat sulit.
ü  Desi melihat kura-kura berjalan ditepi sungai.
7)      Kata ganti atau polaritas tutur sapa sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT :
ü  Aku – Kamu bisa berjalan bersama.
ü  Saya – Anda suka warna biru.
ü  Aku – Kamu berbeda selera.
ü  Saya – Saudara memang bisa berpergian bersama.
ü  Saya – Anda bisa berkerja sama di dalam pekerjaan ini.
8)      Pola kelompok kata kerja aspek + agen + kata kerja sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis dan diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT :
ü  Pesan yang anda kirim sudah saya terima.
ü  Terimalah kado dari saya.
ü  Makan siang sudah kami hidangkan.
ü  Kiriman baju sudah saya terima.
ü  Pemberitahuan itu sudah saya baca.
9)      Konstruksi atau bentuk sintesis sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT :
ü  Pamannya.
ü  Semuanya.
ü  Dirinya
ü  Adenya
ü  Kepunyaannya
10)  Fungsi gramatikal (subyek, predikat, obyek sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT :
ü  Kepala sekolah pergi keluar kota
ü  Adik memanjat pohon
ü  Andri sedang memancing di sungai
ü  Ibu sedang mencuci baju
ü  Ayah sedang pergi kekantor
11)    Struktur kalimat baik tunggal maupun majemuk ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku di dalam kalimat.
12)  Kosakata sebagai bagian semantik bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap dalam kalimat.
13)  Ejaan resmi sebagai bagian bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap baik kata, kalimat maupun tanda-tanda baca sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.
14)  Peristilahan baku sebagai bagian bahasa Indonesia baku dipakai sesuai dengan Pedoman Peristilahan Penulisan Istilah yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Purba, 1996 : 63 – 64).