A. Penjelasan
kata Baku
Kata baku adalah kata yang
digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah di
tentukan, atau kata baku merupakan kata yanng sudah benar dengan aturan maupun
ejaan kaidah bahasa Indonesia dan sumber utama dari bahasa baku yaitu Kamus
Besar Bahasa Indonesia(KBBI). Kata baku umumnya sering digunakan pada kalimat
yang resmi, baik itu dalam suatu tulisan maupun dalam pengungkapan kata-kata.
Kata baku biasa sering digunakan
ketika:
·
Membuat karya ilmiah.
·
Membuat surat lamaran pekerjaan.
·
Membuat surat dinas, surat edaran dan surat
resmi lainnya.
·
Membuat laporan.
·
Membuat nota dinas
·
Saat berpidato dan rapat dinas.
·
Saat musyawarah dan diskusi.
Penjelasan
kata tidak baku
Kata tidak baku adalah kata yang
digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan.
Biasanya kata tidak baku sering digunakan saat percakapan sehari-hari atau
dalam bahasa tutur. Adapun faktor-faktor yang dapat menyebabkan munculnya kata
tidak baku, yang diantaranya sebagai berikut ini:
·
Yang menggunakan bahasa baku tidak mengetahui
bentuk penulisan dari kata yang dia maksud.
·
Yang menggunakan bahasa tidak memperbaiki
kesalahan dari penggunaan suatu kata, itulah yang menyebabkan kata tidak baku
selalu ada.
·
Yang menggunakan bahasa sudah terpengaruh
orang-orang yang terbiasa menggunakan kata yang tidak baku.
·
Dan yang terakhir, yang menggunakan
CIRI-CIRI
BAHASA BAKU.
1)
Pelafalan
sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku adalah pelafalan yang
relatif bebas dari atau sedikit diwarnai bahasa daerah atau dialek.
CONTOH
KALIMAT:
ü
KAMU
JAAT
ü
ü
A
ü
A
ü
A
2)
Bentuk
kata yang berawalan me- dan ber- dan
lain-lain sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis atau
diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kata.
CONTOH
KALIMAT:
ü
Kucing
itu mencari anaknya yang hilang.
ü
Febry,
Dian, Sehah suka bercanda didalam
kelas.
ü
Kemarin
sore Lina menangkap kura-kura
dipinggir sungai.
ü
Rina
pintar memasak macam-macam sayur.
ü
Hairul
senang sekali bersepeda
3)
Konjungsi
sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan
tetap di dalam kalimat.
CONTOH
KALIMAT:
ü
Dijah
akan pergi kuliah dengan Indri.
ü
Icha
bingung akan memberi sayur atau buah.
ü
Riska
ingin jalan dengan teman-teman tetapi
juga ingin jalan bersama ayahnya.
ü
Dian
sudah tidak percaya dengan Febry, karena
sering ditipu olehnya.
ü
Nindy
pintar memasak sayur bayam. Bahkan ia
bisa memasak semua makanan.
4)
Partikel
–kah, -lah dan –pun sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia
baku ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
CONTOH
KALIMAT :
ü
Siapapun ingin menjadi pemenang.
ü
Apakah kamu diterima oleh perusahaan
itu.
ü
Berbicaralah dengan sopan kepada semua orang.
ü
Apapun yang terjadi kita harus
merelakannya.
ü
Bacalah koran itu.
5)
Preposisi
atau kata dengan sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku dituliskan
secara jelas dan tetap dalam kalimat.
CONTOH
KALIMAT :
ü
Rika
ingin sekali pergi ke Bali.
ü
Ibu
memberi tugas yang harus dikerjakan sampai
selesai.
ü
Sehah
bertemu dengan Lina malam itu.
ü
Mardiana
datang dari Banjarmasin.
ü
Rumah
mainan itu dibuat oleh Reza.
6)
Bentuk
kata ulang atau reduplikasi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku
ditulis secara jelas dan tetap sesuai dengan fungsi dan tempatnya di dalam
kalimat.
CONTOH
KALIMAT :
ü
Salwa
menangkap kupu-kupu ditaman.
ü
Mila
jalan ramai-ramai bersama teman
sekelasnya.
ü
Dua-dua aku sayang ayah.
ü
Huruf-huruf korea itu terlihat sulit.
ü
Desi
melihat kura-kura berjalan ditepi
sungai.
7)
Kata
ganti atau polaritas tutur sapa sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia
baku ditulis secara jelas dan tetap dalam kalimat.
CONTOH
KALIMAT :
ü
Aku
– Kamu bisa berjalan bersama.
ü
Saya
– Anda suka warna biru.
ü
Aku
– Kamu berbeda selera.
ü
Saya
– Saudara memang bisa berpergian bersama.
ü
Saya
– Anda bisa berkerja sama di dalam pekerjaan ini.
8)
Pola
kelompok kata kerja aspek + agen + kata kerja sebagai bagian kalimat
bahasa Indonesia baku ditulis dan diucapkan secara jelas dan tetap di
dalam kalimat.
CONTOH
KALIMAT :
ü
Pesan
yang anda kirim sudah saya terima.
ü
Terimalah
kado dari saya.
ü
Makan
siang sudah kami hidangkan.
ü
Kiriman
baju sudah saya terima.
ü
Pemberitahuan
itu sudah saya baca.
9)
Konstruksi
atau bentuk sintesis sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis
atau diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
CONTOH
KALIMAT :
ü
Pamannya.
ü
Semuanya.
ü
Dirinya
ü
Adenya
ü
Kepunyaannya
10) Fungsi gramatikal (subyek,
predikat, obyek sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis
atau diucapkan secara jelas dan tetap dalam kalimat.
CONTOH
KALIMAT :
ü
Kepala
sekolah pergi keluar kota
ü
Adik
memanjat pohon
ü
Andri
sedang memancing di sungai
ü
Ibu
sedang mencuci baju
ü
Ayah
sedang pergi kekantor
11) Struktur
kalimat baik tunggal maupun majemuk ditulis atau diucapkan secara jelas
dan tetap sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku di dalam kalimat.
12) Kosakata
sebagai bagian semantik bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan
secara jelas dan tetap dalam kalimat.
13) Ejaan resmi
sebagai bagian bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap baik
kata, kalimat maupun tanda-tanda baca sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia
Yang Disempurnakan.
14) Peristilahan
baku sebagai bagian bahasa Indonesia baku dipakai sesuai dengan Pedoman
Peristilahan Penulisan Istilah yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Purba, 1996 : 63 – 64).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar