Rabu, 08 Maret 2017

BAHASA BAKU DAN BAHAS TIDAK BAKU

A.      Penjelasan kata Baku
Kata baku adalah kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah di tentukan, atau kata baku merupakan kata yanng sudah benar dengan aturan maupun ejaan kaidah bahasa Indonesia dan sumber utama dari bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI). Kata baku umumnya sering digunakan pada kalimat yang resmi, baik itu dalam suatu tulisan maupun dalam pengungkapan kata-kata.

Kata baku biasa sering digunakan ketika:
·         Membuat karya ilmiah.
·         Membuat surat lamaran pekerjaan.
·         Membuat surat dinas, surat edaran dan surat resmi lainnya.
·         Membuat laporan.
·         Membuat nota dinas
·         Saat berpidato dan rapat dinas.
·         Saat musyawarah dan diskusi.

Penjelasan kata tidak baku
Kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan. Biasanya kata tidak baku sering digunakan saat percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur. Adapun faktor-faktor yang dapat menyebabkan munculnya kata tidak baku, yang diantaranya sebagai berikut ini:
·         Yang menggunakan bahasa baku tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata yang dia maksud.
·         Yang menggunakan bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari penggunaan suatu kata, itulah yang menyebabkan kata tidak baku selalu ada.
·         Yang menggunakan bahasa sudah terpengaruh orang-orang yang terbiasa menggunakan kata yang tidak baku.
·         Dan yang terakhir, yang menggunakan

CIRI-CIRI BAHASA BAKU.
1)      Pelafalan sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku adalah pelafalan yang relatif bebas dari atau sedikit diwarnai bahasa daerah atau dialek.
CONTOH KALIMAT:
ü  KAMU JAAT
ü   
ü  A
ü  A
ü  A
2)      Bentuk kata yang berawalan me- dan ber- dan lain-lain sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kata.
CONTOH KALIMAT:
ü  Kucing itu mencari anaknya yang hilang.
ü  Febry, Dian, Sehah suka bercanda didalam kelas.
ü  Kemarin sore Lina menangkap kura-kura dipinggir sungai.
ü  Rina pintar memasak macam-macam sayur.
ü  Hairul senang sekali bersepeda
3)      Konjungsi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT:
ü  Dijah akan pergi kuliah dengan Indri.
ü  Icha bingung akan memberi sayur atau buah.
ü  Riska ingin jalan dengan teman-teman tetapi juga ingin jalan bersama ayahnya.
ü  Dian sudah tidak percaya dengan Febry, karena sering ditipu olehnya.
ü  Nindy pintar memasak sayur bayam. Bahkan ia bisa memasak  semua makanan.
4)      Partikel –kah, -lah dan ­–pun sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT :
ü  Siapapun ingin menjadi pemenang.
ü  Apakah kamu diterima oleh perusahaan itu.
ü  Berbicaralah dengan sopan kepada semua orang.
ü  Apapun yang terjadi kita harus merelakannya.
ü  Bacalah koran itu.
5)      Preposisi atau kata dengan sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku dituliskan secara jelas dan tetap dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT :
ü  Rika ingin sekali pergi ke Bali.
ü  Ibu memberi tugas yang harus dikerjakan sampai selesai.
ü  Sehah bertemu dengan Lina malam itu.
ü  Mardiana datang dari Banjarmasin.
ü  Rumah mainan itu dibuat oleh Reza.
6)      Bentuk kata ulang atau reduplikasi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap sesuai dengan fungsi dan tempatnya di dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT :
ü  Salwa menangkap kupu-kupu ditaman.
ü  Mila jalan ramai-ramai bersama teman sekelasnya.
ü  Dua-dua aku sayang ayah.
ü  Huruf-huruf korea itu terlihat sulit.
ü  Desi melihat kura-kura berjalan ditepi sungai.
7)      Kata ganti atau polaritas tutur sapa sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT :
ü  Aku – Kamu bisa berjalan bersama.
ü  Saya – Anda suka warna biru.
ü  Aku – Kamu berbeda selera.
ü  Saya – Saudara memang bisa berpergian bersama.
ü  Saya – Anda bisa berkerja sama di dalam pekerjaan ini.
8)      Pola kelompok kata kerja aspek + agen + kata kerja sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis dan diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT :
ü  Pesan yang anda kirim sudah saya terima.
ü  Terimalah kado dari saya.
ü  Makan siang sudah kami hidangkan.
ü  Kiriman baju sudah saya terima.
ü  Pemberitahuan itu sudah saya baca.
9)      Konstruksi atau bentuk sintesis sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT :
ü  Pamannya.
ü  Semuanya.
ü  Dirinya
ü  Adenya
ü  Kepunyaannya
10)  Fungsi gramatikal (subyek, predikat, obyek sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap dalam kalimat.
CONTOH KALIMAT :
ü  Kepala sekolah pergi keluar kota
ü  Adik memanjat pohon
ü  Andri sedang memancing di sungai
ü  Ibu sedang mencuci baju
ü  Ayah sedang pergi kekantor
11)    Struktur kalimat baik tunggal maupun majemuk ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku di dalam kalimat.
12)  Kosakata sebagai bagian semantik bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap dalam kalimat.
13)  Ejaan resmi sebagai bagian bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap baik kata, kalimat maupun tanda-tanda baca sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.
14)  Peristilahan baku sebagai bagian bahasa Indonesia baku dipakai sesuai dengan Pedoman Peristilahan Penulisan Istilah yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Purba, 1996 : 63 – 64).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar